Analisis Perlindungan Hukum Dalam Penyelesaian Masalah Lingkungan Berkelanjutan di Indonesia Ditinjau Dari UU NO. 32 Tahun 2009 dan Paris Convention
Downloads
Penelitian ini membahas perlindungan hukum dalam penyelesaian masalah lingkungan berkelanjutan di Indonesia, dengan meninjau Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Paris Agreement sebagai instrumen hukum internasional. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis efektivitas regulasi dalam mencegah dan menangani dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan industri, termasuk melalui mekanisme perdagangan karbon sebagai salah satu solusi kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif, dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach). Data diperoleh dari studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun UU No. 32 Tahun 2009 telah mengatur tanggung jawab lingkungan bagi pelaku usaha, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti lemahnya penegakan hukum, kurangnya mekanisme insentif, serta keterbatasan pemantauan dan verifikasi lingkungan (MRV). Sementara itu, Paris Agreement mendorong upaya pengurangan emisi global, termasuk melalui mekanisme perdagangan karbon, tetapi implementasi di Indonesia masih terbatas karena regulasi yang belum matang serta rendahnya partisipasi industri dalam skema ini.
Abdurrachman, E., Hamzani, A. C., & Mariyono, J. (2021). Law enforcement in forest and land fires: A challenge to environmental protection in Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, 51(2), 245–260. https://doi.org/10.21143/jhp.vol51.no2.3002
Aisya, F. R., Gultom, M., Susiatiningsih, D., & Farabi, A. (2024). Karhutla dan dampaknya terhadap perubahan iklim dan kesehatan masyarakat di Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(1), 51–62. https://doi.org/10.14710/jil.22.1.51-62
Ardhana, I. K. (2016). The impact of deforestation on biodiversity loss in Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 17(2), 694–701. https://doi.org/10.13057/biodiv/d170243
Crippa, P., Castruccio, S., Archer-Nicholls, S., Lebron, G. B., Kuwata, M., Thota, A., ... & Wiedinmyer, C. (2017). Population exposure to hazardous air quality due to the 2015 fires in Equatorial Asia. Scientific Reports, 7(1), 1196. https://doi.org/10.1038/s41598-017-11142-9
Enerdata. (2025). Indonesia energy report 2025. Enerdata Global Energy Intelligence. https://www.enerdata.net/publications/energy-market-indonesia.html
Environmental Law Enforcement in Indonesia. (2024). Asian Journal of Environmental Law, 8(1), 75–90. https://doi.org/10.5555/ajel.2024.8.1.75
Legal Protection on Environmental Cases in Indonesia. (2024). Indonesian Journal of Law and Society, 6(1), 12–27. https://doi.org/10.19184/ijls.v6i1.38323
Mapping the Landscape of Carbon Trading Mechanisms in Indonesia. (2025). Environmental Policy and Governance, 35(2), 105–119. https://doi.org/10.1002/eet.2001
Pamungkas, A. (2022). Analisis faktor penyebab pembakaran hutan dan lahan di Indonesia. Jurnal Sosial dan Lingkungan, 9(1), 88–102. https://doi.org/10.24198/jsl.v9i1.38746
Political Review on Environmental Law Application in Indonesia. (2022). Journal of Politics and Law, 15(2), 97–108. https://doi.org/10.5539/jpl.v15n2p97
Problems and Challenges of Environmental Protection in Developing Countries: The Case of Indonesia. (2022). International Environmental Agreements: Politics, Law and Economics, 22(3), 233–249. https://doi.org/10.1007/s10784-021-09555-1
Short-term effects of fire-related haze exposure on mortality and hospital admissions in Southeast Asia: A systematic review. (2023). The Lancet Planetary Health, 7(4), e324–e333. https://doi.org/10.1016/S2542-5196(23)00043-9
Siregar, A. S., & Zul, F. (2015). Penegakan hukum lingkungan terhadap pencemaran lingkungan oleh perusahaan. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 15(2), 159–173. https://doi.org/10.30641/dejure.2015.V15.159-173
The 2015 Southeast Asian Haze: Impact, Response, and Lessons. (2024). ASEAN Review of Public Administration and Governance, 4(1), 17–33. https://doi.org/10.32529/arpag.v4i1.481
The health impacts of peatland fires in Southeast Asia. (2022). Nature Communications, 13(1), 3001. https://doi.org/10.1038/s41467-022-30786-4
Toward a Sustainable Carbon Trading System in Indonesia: Regulatory and Market Perspectives. (2024). Journal of Environmental Management, 342, 117030. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2023.117030
Wijayanto, H., Wiraraja, A. Y., & Idris, M. (2024). Analysis of legal compliance in Indonesian forest fire cases: Obstacles and recommendations. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 31(1), 75–96. https://doi.org/10.20885/iustum.vol31.iss1.art4
Yulianti, T., Harahap, M., & Siregar, R. (2023). Kajian sosial dan hukum terhadap kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 53(1), 101–115. https://doi.org/10.21143/jhp.vol53.no1.3561
Copyright (c) 2025 Raynaldo Kurniawan, Ricky Tratama, Rita Mulyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





