Paradigma Kerugian Keuangan Negara Versus Kerugian Perekonomian Negara dalam Tindak Pidana Korupsi: Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 4950 K/PID.SUS/2023
Main Article Content
Grace Fernando
Praktik eksploitasi hutan ilegal oleh korporasi sering kali memosisikan alam sekadar sebagai objek komoditas, sehingga nilai kerusakan ekologisnya terabaikan dalam kalkulasi hukum pidana korupsi. Penelitian ini mengkaji rekonstruksi parameter kerugian negara melalui doktrin legal personhood bagi alam serta keselarasan pertimbangan hakim dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 4950 K/Pid.Sus/2023 dengan prinsip keadilan substantif. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual, serta dianalisis secara deduktif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manipulasi perizinan kelapa sawit oleh Terdakwa Surya Darmadi di kawasan hutan merupakan pintu masuk korupsi sistemik. Namun, Majelis Hakim Agung menolak tuntutan kerugian perekonomian negara akibat kerusakan lingkungan sebesar Rp73,9 triliun dan hanya mengabulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2,2 triliun. Penolakan ini didasarkan pada interpretasi sempit doktrin actual loss yang menuntut kepastian akuntansi positivistik dan mengandalkan audit formal. Akibatnya, putusan ini terjebak dalam paradigma antroposentris, mereduksi kejahatan ekologis menjadi pelanggaran administratif, serta gagal memberikan keadilan dan pemulihan hak bagi alam sebagai subjek hukum yang dirugikan.
AISC. (2010). Seismic provisions for structural steel buildings (AISC 341-10). American Institute of Steel Construction.
AISC. (2022). Specification for structural steel buildings (AISC 360-22). American Institute of Steel Construction.
Askariani, F., Garivani, P., & Aghakouchak, A. (2020). Experimental study of slit link beam in eccentrically braced frames. Engineering Structures, 220, 110956. https://doi.org/10.1016/j.engstruct.2020.110956
Bruneau, M., Uang, C. M., & Sabelli, R. (2011). Ductile design of steel structures. McGraw-Hill.
Chen, W. F., & Lui, E. M. (2005). Structural stability: Theory and implementation. Elsevier.
Engelhardt, M. D. (2007). Steel structures in seismic regions: Design and analysis. McGraw-Hill.
Garivani, P., Askariani, F., & Aghakouchak, A. (2015). Comb-teeth damper for seismic energy dissipation in steel frames. Journal of Structural Engineering, 141(6), 4014122. https://doi.org/10.1061/(ASCE)ST.1943-541X.0001282
Ghobarah, A., & Ramadan, M. (1991). Shear and ductility behavior of steel links in EBF. Journal of Structural Engineering, 117(4), 1127–1145.
Indonesia, B. P. K. R. (2020). Pedoman audit keuangan negara. BPK.
Indonesia, M. A. R. (2023). Putusan Mahkamah Agung Nomor 4950 K/Pid.Sus/2023. MA RI.
Okazaki, T., Popov, E. P., & Kasai, K. (2004). Hysteretic behavior of short links in eccentrically braced frames. Earthquake Engineering & Structural Dynamics, 33(5), 503–522. https://doi.org/10.1002/eqe.349
Popov, E. P., Kasai, K., & Engelhardt, M. D. (1987). Inelastic design of steel eccentrically braced frames. Journal of Structural Engineering, 113(7), 1440–1457. https://doi.org/10.1061/(ASCE)0733-9445(1987)113:7(1440)
Tremblay, R. (2002). Seismic behavior of eccentrically braced frames. Earthquake Engineering & Structural Dynamics, 31(8), 1681–1700. https://doi.org/10.1002/eqe.123
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, (1945).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.





