Disharmony in the Appointment of Beneficiaries in Life Insurance Policies with the Legal Provisions of Inheritance in Indonesia
Main Article Content
Desta Dwi Alfian
Rois Harliyanto
The appointment of beneficiaries in life insurance policies often creates legal conflicts with inheritance law provisions in Indonesia, particularly when the designated beneficiary is not a legal heir. This disharmony arises from the tension between the principle of freedom of contract in insurance law, which grants policyholders the authority to designate beneficiaries, and the protection of heirs’ mandatory inheritance rights (legitime portie) under inheritance law. This research aimed to examine the inconsistencies between Indonesian inheritance law and the designation of beneficiaries in life insurance policies. Conflicts may occur when the beneficiaries specified in insurance policies do not correspond with the legally recognized heirs. This study employed a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches, supported by interviews with insurance practitioners and legal academics. The findings revealed a conflict between inheritance law provisions and the contractual freedom applied in the insurance sector, particularly regarding the protection of heirs’ mandatory rights (legitime portie). Legal uncertainty also results from the absence of clear and harmonized regulations within the Indonesian legal system concerning the position and rights of heirs in relation to life insurance benefits. Based on these findings, regulatory harmonization is required to establish legal certainty and provide protection for all relevant parties, including insurance companies, policyholders, and heirs. Such harmonization is essential to maximize the function of life insurance as a financial planning and protection instrument while minimizing potential inheritance disputes.
Amanda Bintoro, S. (2025). Beneficiary Non-Ahli Waris Dalam Polis Asuransi Jiwa Dialektika Antara Kebebasan Berkontrak Dan Keadilan Dalam Hukum Waris. Syntax Idea, 7(11), 1366–1376. https://doi.org/10.46799/syntaxidea.v7i11.13866
Amanda Bintoro, S. (2025). Beneficiary non-ahli waris dalam polis asuransi jiwa: Dialektika antara kebebasan berkontrak dan keadilan dalam hukum waris. Syntax Idea, 7(11), 1366–1376. https://doi.org/10.46799/syntaxidea.v7i11.13866
Arantik, R., & Sativa, A. (2025). Life insurance company policy on insurance claims from beneficiaries based on policy discoveries outside the claim period (Case study of Manulife Medan Insurance Company). Legal Brief, 14(3), 570–579.
Dr. Serlika Aprita, S. H., M. H., & Mona Wulandari, S. H., M. H. (2023). Hukum perikatan. Prenada Media.
Fauzi, W. (2023). Hukum asuransi berbasis investasi di Indonesia: Kajian teori pergeseran paradigma lembaga asuransi. Rajawali Pers.
Gerald Wuhanbino, A., Tehupeiory, A., & B. N. (2024). Akibat hukum penunjukan penerima manfaat berdasarkan klausul dalam asuransi perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Syntax Idea, 6(5), 2255–2256.
Hamonangan, A., Devi, R. S., & Zebua, M. S. B. (2021). Perlindungan hukum terhadap ahli waris atas uang pertanggungan asuransi jiwa (Studi kasus Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Nomor 10/Pdt.G/2015/PN Lbp). Jurnal Darma Agung, 29(2), 54. https://doi.org/10.46930/ojsuda.v29i2.945
Harianto, D. (2016). Asas kebebasan berkontrak: Problematika penerapannya dalam kontrak baku. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 11(2), 145–156.
La Ode, M. T., & Abdullah, A. (2025). The substantive rights of heirs and administrative barriers in Indonesian banking practices. Journal of Legal Contemplation, 1(3), 113–130.
Leba, J. L., & Adjie, H. (2024). Kedudukan polis asuransi jiwa dalam hukum waris (Analisis terhadap uang pertanggungan polis asuransi jiwa dalam hukum waris). Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah, 10(2).
Manulife. (n.d.). Asuransi jiwa: Tanda cinta pada keluarga.
Muazzul, M., Lubis, M. A., Zuliah, A., Harahap, M., & Begishev, I. (2025). Insurance policies as joint property in family law: A comparative study of Indonesia and England. Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune, 480–499.
Naldo, R. A. C., Tarigan, H. J., & Damanik, H. R. (2021). Kepastian hukum prioritas pemberdayaan usaha mikro dan kecil pada kegiatan pengadaan barang/jasa pemerintah daerah. Enam Media.
Nanda, A. (2020). Hukum perikatan. Hukum Perikatan, 11(1), 43.
Nasrul, M. A. D., Manaf, Z. I. A., Syafril, S., & Fathurrohman, M. (2021). An overview of the inheritance legal system in Malaysia and Indonesia: Issues faced by both countries. Journal of Shariah Law Research, 6(2), 181–200.
Pratama, F. H. D., Jaidan, M. F., Sari, D. P., Putri, H., & Muhammad, A. (2025). Asas kebebasan berkontrak dalam perjanjian asuransi yang bukan ahli warisnya. Jurnal Sahabat ISNU-SU (JSISNU), 2, 98–103.
Simanjuntak, G. R. (2024). Pembagian warisan berupa produk asuransi yang tidak termasuk boedel warisan, 1, 99.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Teguh, H. P. (2023). Teori dan praktik pembagian harta kekayaan dalam perkawinan: Metode pembagian harta kekayaan antara yang hak dan batil. Penerbit Andi.
Utami, R. D. (2023). Analisis yuridis kesulitan ahli waris melakukan klaim asuransi jiwa debitur yang meninggal dunia disebabkan COVID-19. Sol Justicia, 6, 11. https://doi.org/10.54816/sj.v6i1.640
Wasita, A. (2020). Perlindungan hukum terhadap pemegang polis. 2, 105–113.
Yovitasari, A. (2024). Kedudukan ahli waris yang tidak tercantum sebagai penerima manfaat pada polis asuransi dalam perspektif hukum waris Indonesia (Vol. 2).





