Keterbatasan Regulasi Kecerdasan Buatan (AI) di Indonesia: Analisis Filsafat Hukum dan Perspektif Sosiologi Hukum
Main Article Content
Cici Pahayu
Poppy Ade Ristawati
Fiqih Dwijayanthi
Widha Rinjani Ajengkusuma
Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia berlangsung secara cepat dan telah dimanfaatkan dalam berbagai sektor, namun kemajuan tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh kesiapan regulasi yang mampu mengantisipasi risiko hukum, etika, dan sosial. Keterbatasan regulasi AI menjadi persoalan penting karena instrumen hukum yang tersedia masih bersifat parsial dan belum mengatur secara komprehensif aspek automated decision-making, hak atas penjelasan (right to explanation), serta pertanggungjawaban algoritmik (algorithmic liability). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbatasan regulasi AI di Indonesia melalui perspektif filsafat hukum dan sosiologi hukum guna merumuskan arah tata kelola AI yang lebih berkeadilan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan filosofis dan sosiologis. Data diperoleh melalui analisis terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan pemerintah, serta literatur akademik terkait regulasi teknologi dan etika AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi AI Indonesia masih menghadapi ketidakseimbangan nilai hukum, di mana aspek kemanfaatan ekonomi lebih dominan dibandingkan nilai keadilan dan tanggung jawab jangka panjang. Selain itu, lemahnya struktur kelembagaan, keterbatasan pengawasan, dan rendahnya budaya hukum digital menyebabkan regulasi berpotensi hanya menjadi law in books. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Indonesia membutuhkan regulasi AI yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan prinsip keadilan algoritmik, akuntabilitas teknologi, penguatan kelembagaan, serta nilai-nilai hukum nasional agar mampu menjadi living law dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Asri, D. P. B., Thaher, I., & Widayanti, R. (2025). Artificial intelligence, legal culture, and the Indonesian formal legal system: Negotiating norms in the regulation of emerging technologies. Journal of Contemporary Asian Studies and Culture. https://jcasc.com/index.php/jcasc/article/view/2439
Barocas, S., & Selbst, A. D. (2016). Big data's disparate impact. California Law Review, 104(3), 671–732. https://doi.org/10.15779/Z38BG31
Coeckelbergh, M. (2020). Artificial intelligence, responsibility attribution, and a relational justification of explainability. Science and Engineering Ethics, 26(4), 2051–2068. https://doi.org/10.1007/s11948-019-00146-8
Floridi, L., Cowls, J., Beltrametti, M., Chatila, R., Chazerand, P., Dignum, V., Luetge, C., Madelin, R., Pagallo, U., Rossi, F., Schafer, B., Valcke, P., & Vayena, E. (2018). AI4People—An ethical framework for a good AI society: Opportunities, risks, principles, and recommendations. Minds and Machines, 28(4), 689–707. https://doi.org/10.1007/s11023-018-9482-5
Hagendorff, T. (2020). The ethics of AI ethics: An evaluation of guidelines. Minds and Machines, 30(1), 99–120. https://doi.org/10.1007/s11023-020-09517-8
Hydén, H. (2020). AI, norms, big data, and the law. Asian Journal of Law and Society, 7(2), 255–274. https://doi.org/10.1017/als.2020.12
Ishak, M. I. (2025). Kecerdasan buatan dan tantangan regulasi: Keterbatasan UU ITE dalam menjawab teknologi canggih. Jurnal Dharmawangsa. https://jurnal.dharmawangsa.ac.id/index.php/djtechno/article/download/7772/pdf
Jobin, A., Ienca, M., & Vayena, E. (2019). The global landscape of AI ethics guidelines. Nature Machine Intelligence, 1(9), 389–399. https://doi.org/10.1038/s42256-019-0088-2
Kementerian Komunikasi dan Digital. (2025). Horizon pembangunan digital Indonesia 2025–2030. Komdigi.
Kementerian Komunikasi dan Digital. (2026). Bangun tata kelola AI yang etis dan bertanggung jawab, pemerintah rampungkan pembahasan RPerpres. JDIH Komdigi. https://jdih.komdigi.go.id/berita/view/116
Kilian, R., Jäck, L., & Ebel, D. (2025). European AI standards: Technical standardisation and implementation challenges under the EU AI Act. European Journal of Risk Regulation, 16(1), 45–68. https://www.cambridge.org/core/journals/european-journal-of-risk-regulation
Larsson, S. (2019). The socio-legal relevance of artificial intelligence. Droit et Société, 103(3), 573–589. https://doi.org/10.3917/drs1.103.0573
Lestari Wulandari, S., & H., M. H. (2025). Hukum perjanjian dalam pembangunan daerah tertinggal: Kontrak investasi, infrastruktur, dan pemberdayaan lokal. Kramantara JS.
Mittelstadt, B. (2019). Principles alone cannot guarantee ethical AI. Nature Machine Intelligence, 1(11), 501–507. https://doi.org/10.1038/s42256-019-0114-4
Prasetyo, H., & Wijaya, R. (2025). Etika kecerdasan artifisial dan tanggung jawab hukum: Perspektif filsafat hukum Radbruch. Mimbar Hukum, 37(1), 112–134.
Puspita, E. V. (2025). Pengelolaan sumber daya perikanan berbasis ekosistem. Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Berbasis Ekosistem.
Putri, A. O., Dwiyanti, S., & Azis, N. A. (2025). Perlindungan hukum terhadap inferred data dalam automated decision-making: Studi perbandingan GDPR dan UU PDP. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP). https://dinastirev.org/JIHHP/article/view/8347
Respati, A. A. (2025). Reformulasi Undang-Undang ITE terhadap artificial intelligence dibandingkan dengan Uni Eropa dan China AI Act Regulation. Jurnal USM Law Review. https://www.researchgate.net/publication/387652739
Taddeo, M., & Floridi, L. (2018). How AI can be a force for good. Science, 361(6404), 751–752. https://doi.org/10.1126/science.aat5991
Tangi, L., Rodríguez Müller, P., & van Noordt, C. (2026). Exploring the challenges for artificial intelligence adoption and implementation in EU public administrations. Government Information Quarterly, 38(4), 101615. https://doi.org/10.1016/j.giq.2021.101615
van Wynsberghe, A. (2021). Sustainable AI: AI for sustainability and the sustainability of AI. AI and Ethics, 1(3), 213–218. https://doi.org/10.1007/s43681-021-00043-6
Wachter, S., Mittelstadt, B., & Russell, C. (2021). Why fairness cannot be automated: Bridging the gap between EU non-discrimination law and AI. Berkeley Technology Law Journal, 36(1), 1–72. https://doi.org/10.15779/Z38Z31NP4H
Yeung, K. (2018). Algorithmic regulation: A critical interrogation. Regulation & Governance, 12(4), 505–523. https://doi.org/10.1111/rego.12158





